Saat ini seluruh penjuru dunia sedang berjuang melawan pandemi Covid-19 termasuk Indonesia. Penyebaran Covid-19 di Indonesia hingga saat ini terus meningkat. Berdasarkan data kementerian kesehatan pada tanggal 29 September 2020 jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini mencapai 282.724 orang, sebanyak 210.437 orang dinyatakan sembuh dan 10.601 orang meninggal dunia. Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi berpengaruh terhadap segala bidang kehidupan seperti kesehatan, ekonomi bahkan pendidikan.

Pandemi Covid-19 berpengaruh pada dunia pendidikan. Kegiatan belajar mengajar yang semula dilakukan secara langsung atau tatap muka, kini dilaksakan secara daring (pembelajaran dalam jaringan). Sesuai dengan keputusan menteri pendidikan Indonesia yang tidak mengizinkan kegiatan pembelajaran dengan bertatap muka selama pandemi. Terkait belajar dari rumah Mendikbud menekankan bahwa pembelajaran dalam jaringan dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. Menteri Pendidikan Nadiem Makariem juga berpesan bahwa kami ingin mengajurkan bagi daerah yang sudah melakukan belajar dari rumah agar dipastikan gurunya juga mengajar dari rumah untuk menjaga keamanan guru, itu sangat penting.

Kegiatan belajar dari rumah atau pembelajaran daring sangat berpengaruh bagi kualitas pendidikan di Indonesia. Pendidikan dapat dilihat dari segi akademik dan non akademik. Kegiatan belajar dari segi akademik ataupun non akademik tidak terlepas dari kemampuan berliterasi. Kemampuan berliterasi di masa pandemi seperti ini sangat erat kaitannya dengan pemanfaatan teknologi internet. Berliterasi dengan memanfaatkan teknologi yang tersambung jaringan internet ketika belajar dari rumah dilaksakanan secara online. Dengan demikian literasi digital berpengaruh terhadap kegiatan belajar di rumah.

Menurut Rahmat Basuki dalam Prospektus Madrasah, literasi mencakup beberapa keterampilan yakni keterampilan membaca dan menulis. Keterampilan memilih, memilah, memahami serta mengambil intisari isi tulisan dari sumber-sumber informasi yang digunakan secara beretika. Sedangkan pengertian literasi digital menurut wikipedia adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, secara singkat literasi digital adalah kemampuan memanfaatkan media digital dan alat komunikasi dengan baik untuk mencari informasi sehingga dapat memperluas wawasan.

Para pelajar sudah akrab berselancar dengan bantuan jaringan internet ketika melaksanakan pembelajaran daring. Saat ini sudah banyak situs yang memberikan akses untuk mendapat jawaban seputar tugas-tugas sekolah. Siswa menjadi bergantung dalam mengakses informasi di internet tanpa berpikir terlebih dahulu. Hal tersebut sangat memengaruhi kualitas berliterasi siswa. Padahal jika mereka mau bersikap bijak dalam penggunaan internet di masa pandemi, mereka tidak akan melakukan penyimpangan dalam berliterasi digital. Permasalahan mengenai penyimpangan dalam berliterasi digital ini harus segera dicari penyelesaiannya agar tidak bertambah parah seiring berjalannya pembelajaran daring.

Kemampuan berliterasi siswa berpengaruh dalam kehidupannya. Semakin tinggi kemampuan berliterasi siswa maka semakin luas pula wawasan yang dimilikinya. Sebaliknya, siswa yang kualitas kemampuan literasinya rendah maka wawasan mereka juga sedikit atau sempit. Literasi digital yakni berliterasi dengan memanfaatkan teknologi internet, marak dilakukan selama masa pandemi. Penggunaan internet memiliki dampak negatif dan positif. Oleh sebab itu, hendaknya bijak dalam menggunakan internet untuk berliterasi secara digital. Berliterasi digital dengan baik yaitu mengakses informasi terkini dari sumber yang jelas dengan memanfaatkan jaringan internet. Berliterasi digital juga dapat digunakan sebagai sarana untuk menghasilkan karya-karya seperti novel, puisi dan artikel.

Permasalahan penyimpangan dalam berliterasi digital yakni siswa mengakses situs-situs pada google untuk menemukan jawaban tanpa berpikir terlebih dahulu. Permasalahan lainnya yakni siswa lebih gemar bermain media sosial daripada membaca materi yang diberikan oleh guru. Padahal media sosial seharusnya dijadikan sarana untuk mendapatkan informasi terkini. Kenyataannya media sosial digunakan sebagai ajang bersenang-senang tanpa memerhatikan benar atau tidaknya informasi yang diakses. Saat ini kualitas literasi digital siswa patut diperhatikan. Bukan tanpa alasan, sebagian siswa lebih memilih mencari jawaban tugas-tugas selama pelaksanaan pembelajaran daring melalui internet. Pemanfaatan internet memudahkan siswa menjawaban soal tanpa harus berpikir. Hal ini menyebabkan siswa malas dan lebih menghabiskan waktunya untuk bersantai, bermain, bahkan rela membiarkan nilai-nilai tugas kosong atau dibawah rata-rata.

Permasalahan-permasalahan tersebut dapat diselesaikan menggunakan beberapa alternatif cara. Cara pertama yaitu bagi siswa yang kurang gemar membaca dapat memperluas wawasan dengan menyaksikan video-video pembelajaran yang tersedia di youtube. Video yang berisi gabungan gambar disertai teks, biasanya berisi ajakan, seruan, atau informasi. Video ini beragam mulai dari video pembelajaran ataupun pengetahuan. Kedua untuk meningkatkan kemampuan menulis dapat dilakukan dengan menciptakan karya tulis berupa nonfiksi maupun fiksi seperti novel atau puisi, dan mengikuti perlombaan secara online. Selanjutnya bagi siswa yang gemar membaca dapat membaca e-book untuk memperluas wawasan tanpa harus datang ke perpustakaan. Solusi-solusi tersebut dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang selama pandemi.

Solusi permasalahan penyimpangan dalam berliterasi digital tentunya tidak mudah dilakukan. Terlaksananya solusi-solusi tidak luput dari peran orang-orang di sekitar seperti guru dan orang tua. Orang tua bisa lebih memerhatikan anak dengan melakukan pembatasan penggunaan media sosial.  Lalu guru harus memberikan pengarahan tentang pentingnya berliterasi agar siswa lebih bijak dalam berliterasi secara digital. Tidak hanya itu, tentunya pihak sekolah sebisa mungkin mengadakan kegiatan kegiatan yang dapat menghindarkan siswa dari bahaya internet. Kegiatan tersebut sepeti lomba cipta puisi, menulis cerpen, dan karya karya lainnya.

Saat ini berliterasi dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam media. Sudah banyak media di internet yang menyajikan artikel. Beberapa situs online juga berperan sebagai media pengunggah dan pemublikasian karya. Kemampuan literasi perlu terus dikembangkan. Melalui berliterasi wawasan semakin luas, kemampuan untuk menciptakan karya semakin berkembang, kecepatan memahami dan berpikir semakin baik.

Berdasarkan pemaparan di atas disimpulkan bahwa permasalahan yang terjadi pada literasi di tengah pandemi saat ini adalah terjadinya penyimpangan dalam berliterasi secara digital. Penyimpangan tersebut berupa ketidaksesuaian pemanfaatan jaringan internet dalam berliterasi. Penyelesaian penyimpangan dalam berliterasi digital berupa pengembangan minat membaca dan menulis siswa, serta pembatasan dalam menggunakan media sosial sebagai ajang kesenangan. Selain itu peran orang-orang di sekitar seperti guru dan orang tua agar lebih memerhatikan keadaan siswa juga sangat diperlukan. Namun segalanya ada di tangan generasi penerus bangsa. Mau atau tidaknya mereka berliterasi digital secara bijak tergantung pada diri mereka sendiri.

 

Penulis : Julia Widanti

 

Daftar Rujukan:

Peserta PJJ Manajemen Madrasah BDK Surabaya. 2020. Prospektus Madrasah Kumpulan Pemikiran Visioner Kepala Madrasah Jawa Timur. Sidoarjo:Nizamia Learning Center.

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200929143358-20-552267/update-corona-29-september-282724-positif-10601-meninggal Diakses tanggal 30 September 2020, 11.35 WIB

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/03/mendikbud-terbitkan-se-tentang-pelaksanaan-pendidikan-dalam-masa-darurat-covid19 Diakses tanggal 30 September 2020, 12.00 WIB

https://www.quipper.com/id/blog/tips-trick/your-life/literasi/ Diakses tanggal 28 September 2020, 05.00 WIB

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.