1. Sejarah Singkat MTsN 1 Kota Blitar

Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Blitar berdiri dengan menamakan dirinya Madrasah Tsanawiyah Negeri Blitar pada Tahun 1978 atas dasar instruksi Pemerintah/Departemen Agama Keputusan Menag tahun 1978 yang isinya pada pkok instruksi ialah bahwa : Pendidikan Guru Agama 4 tahun Blitar ( PGAN 4 Tahun Blitar ) dirubah nama maupun organisasinya menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri Blitar ( MTsN Blitar ) dan kemudian pada tahun 2016 berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomer 673 tahun 2016 atas Perubahan Nama Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Propinsi Jawa Timur yang ditetapkan di Jakarta tanggal 17 Nopember 2016, maka nama maupun organisasinya berubah menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Blitar ( MTsN 1 Kota Blitar ).

Jadi Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Blitar adalah jelmaan dari pendidikan Guru Agama Negeri 4 tahun Blitar ( PGAN 4 Tahun Blitar ).

Untuk itu penulis memandang perlu kiranya dalam membahas sejarah Berdirinya Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Blitar dimulai dari sejarah berdirinya Pendidikan Guru Agama Negeri Blitar.

Sebelum Pendidikan Guru Agama Negeri 4 Tahun Blitar berdiri, tak satupun di daerah Blitar ada suatu sekolah, baik setingkat SMTP maupun SMTA dibawah asuhan Departemen Agama yang berstatus negeri. Walaupun demikian sudah untung bagi umat Islam bahwa di daerah Blitar sudah ada PGAL ( Pendidikan Guru Lengkap ) lama belajar 6 tahun. Diantaranya PGAL yang beralokasi di Kotamadya Blitar dengan nama PGAL UN atau Pendidikan Guru Lengkap Nahdlotul Ulama dan PGAL yang berlokasi di Tlogo dengan nama PGAL Al Muslihun atau Pendidikan Guru Agama Lengkap Al Muslihun. Sedang Madrasah Tsanawiyah maupun Madrasah Aliyah yang berstatus swasta sudah banyak didirikan di daerah-daerah dekat pondok pesantren.

Atas inisiatif dan prakarsa beberapa tokoh masyarakat Islam, maka dibentuklah suatu panitia yang bertugas menyiapkan berdirinya Pendidikan Guru Agama Negeri 4 Tahun Blitar, kemudian panitia tersebut bernama : “ Panitia Persiapan Pendidikan Guru Agama Negeri 4 Tahun Blitar, dengan mempersiapkan sebuah sekolah yang bernama : Pendidikan Guru Agama 4 tahun Persiapan Negeri Blitar ( PGA 4 Tahun Persiapan Negeri Blitar ) “ Panitia tersebut diketuai oleh Bapak Maksum, BA seorang mubaligh dan guru SMA Negeri Blitar.

Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 1966 dan lokasi pertama yang ditempati sementara meminjam gedung milik Madrasah Diniyah Tarbiyatul Mubaligh terletak di Jalan Manggar gang Pondok Sukorejo dan keadaan organisasi pada waktu itu sebagai berikut :

  1. Dewan Guru
  2. Muhadi : Kepala Sekolah
  3. Sulkan : Wakil Kepala Sekolah
  4. Marsidi : Guru
  5. Suwarno : Guru
  6. Multazim : Guru
  7. Masyhud : Guru
  8. Alfiyah : Guru
  9. Organisai Kantor
  10. Rachmad : Kepala TU / Bendaharawan
  11. Djamzuri : Staf
  12. Organisasi Siswa
  13. Jumlah siswa ada tiga local dengan siswa sekitar 120 anak
  14. Ketua organisasi siswa : Raqib
  15. Jumlah siswa semua ruang ada empat, yaitu tiga lokal untuk siswa dan satu lokal untuk kantor pegawai dan guru.

Setelah melalui perjalanan yang penuh dengan perjuangan, baik dari pihak panitia maupun Kepala Sekolah. Akhirnya pada tanggal 26 Desember 1967 terjadilah suatu peristiwa sejarah turunya SK 68 Tahun 1967 dari Pemerintah/Departemen Agama. Pada pokok isi Surat Keputusan ialah pernyataan tentang disyahkannya PGA 4 Tahun Persiapan Negeri menjadi Pendidikan Guru Agama Negeri 4 Tahun ( PGAN 4 Tahun ).

Sebulan kemudian sudah menginjak tahun ajaran baru dan dibuka pula pendaftaran murid baru. Animo masayarakat sangat besar, hal ini terlihat dari jumlah pendaftar yang melebihi daripada yang dibutuhkan.

Sekarang timbul permasalahan baru, jumlah kelas 2 ( dua ) tiga kelas sedang kelas 1 ( satu ) baru hanya menerima 3 kelas dan lokasi yang ada hanya tiga buah. Salah satu jalan mengatasi PGAN 4 Tahun Blitar harus mencapai pinjaman gedung baru yang mencukupi kebutuhan.Maka pada bulan Maret 1968 PGAN 4 tahun Blitar dari Jalan gang Pondok Sukorejo ke Jalan Ciliwung Desa Bendo yang pada waktu Kepala SD, yaitu Bapak S.M Soebroto seorang Tokoh Islam. Keadaan PGAN 4 Tahun Blitar awal tahun ajaran 1968, yaitu :

  1. Jumlah kelas 1 : 3 kelas

Jumlah kelas 2      : 3 kelas

  1. Keadaan Guru :
  2. Muhadi : Kepala Sekolah
  3. Sulkan : Wakil Kepala Sekolah
  4. Marsidi : Guru Tetap
  5. Suwarno : Guru Tetap
  6. Multazim : Guru Tetap
  7. Masyhud : Guru Tetap
  8. Alfiah : Guru Tetap
  9. Sugiantoro : Guru Tetap
  10. Mutatin : Guru Tetap
  11. Robanijah      : Guru Tetap
  12. Sobroto : Guru Tetap
  13. Suryadi          : Guru Tetap
  14. Syaibani        : Guru Tetap
  15. Keadaan Pegawai Kantor :
  16. Rachmad : Kepala TU
  17. Djamzuri : Staf
  18. Mansuri : Staf
  19. Nur Kalim : Staf
  20. Muhidayat : Pesuruh

Pada waktu itu penulis baru saja diangkat bersama dua orang guru lainnya, yaitu Sdr. Imam Mutatin dan Robaniyah.

Setelah PGAN 4 Tahun Blitar menjalani masa baktinya selama 2 tahun, munculah seorang tokoh Islam Bendo yang bernama Bapak Supardji menawarkan gedungnya sebanyak 10 lokal untuk ditempati PGAN 4 Tahun Blitar. Gedung tersebut statusnya adalah gedung Madrasah Diniyah Malam Hari. Kejadian ini terjadi pada tahun 1970.

Masa telah berlalu, menginjak tahun 1978, situasi mulai berubah baik sosial politik maupaun keadaan PGAN 4  Tahun Blitar.

Pada tahun 1978 atas dasar instruksi Pemerintah/Departemen Agama Keputusan Menag. Tahun 1978 yang isinya pada pokok instruksi adalah bahwa pendidikan Guru Agama Negeri 4 Tahun Blitar dirubah namanya maupun organisasinya menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri Blitar ( MTsN Blitar ). Berlaku untuk kelas 1 dan 2, sedang kelas 3 dan 4 tetap berstruktur lama. Mulailan sekarang lembaran baru adrah Tsanawiyah Negeri Blitar. Gedung yang ditempati sebanyak 12 lokal termasuk kantor milik Bapak Supardji dan 4 lokal milik UKS ( Usaha Kesehatan Sekolah ).

Setelah Madrasah Tsanawiyah Negeri Blitar berjalan Tiga tahun ( 1981 ) datanglah tawaran masyarakat karangsari bahwa tanah waqof dari Bapak Sahid boleh ditempati dan dibangun gedung untuk Madrasah Tsanawiyah Negeri Blitar.

Dengan adanya hubungan baik dari pihak Madrasah Tsanawiyah Negeri Blitar serta BP3 dan Masyarakat karangsari, maka disetujui penggunaan tanah waqof tersebut. Dan segera mengajukan Daftar Usulan Proyek dan Diterima. Kemudian dibangunlah gedung tahap pertama. Dan selesai pada bulan Februari 1982 sebanyak 3 lokal untuk murid dan satu ruang kepala Madrasah dan tamu, tiga ruang kamar mandi WC, air bersih dan listrik.

Pada tanggal 12 April 1982 diresmikanlah penggunaan Gedung MTsN Blitar Oleh Bapak Walikotamdya KDH Tingkat II Blitar Bapak. Drs. Soekirman. Dan resmi hijrahnya MTsN Blitar dari Kelurahan Bendo ke Kelurahan Karangsari Blitar, yang berlokasi di Jl. Cemara Gg. X No. 83 Blitar hingga sekarang. Kemudian pada tahun 2016 telah dikeluarkan SK Menteri Agama No.673 Tahun 2016 tentang Perubahan Nama Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Propinsi Jawa Timur. Sehingga nama MTsN Negeri Blitar berubah menjadi MTsN 1 Kota Blitar.

Tinggalkan Balasan