Dengan berlandaskan motto bulan bahasa 2021 “Berbahasa sehat untuk Indonesia tangguh”, MTsN 1 Kota Blitar mengadakan kegiatan “Sehari Berliterasi”. Aksi yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ini, sangat inspiratif karena sebagai Madrasah Literasi, MTsN 1 Kota Blitar terus berusaha menggerakkan semua warga agar ikut giat berliterasi. “Semua menulis, tanpa kecuali, hasil karya dipilih lalu dibukukan ber-ISBN. Siswa didampingi oleh guru penggerak literasi, dan guru menulis di ruang guru,” pesan Hj.Aniqotuz Zuhroh, S.Ag. ,M.Pd.I., Kepala MTsN 1 Kota Blitar ketika mengadakan rapat dengan guru penggerak literasi. Selain menulis, kegiatan yang dilakukan adalah siswa bercakap-cakap dengan berbahasa Arab dan bahasa Inggris jika pendampingnya adalah guru Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Dengan menulis, diharapkan terjadi proses berpikir dan berkembangnya keterampilan. Semakin sering seseorang menuangkan ide dalam tulisan, keterampilan menulisnya akan semakin terasah. Inilah tanda bahwa menulis adalah kegiatan berbahasa yang sehat. Andaikan kebiasaan ini sudah menjadi kebutuhan, kemampuan berbahasa pun meningkat dan terwujudlah harapan Indonesia tangguh. Negara yang tangguh akan dilahirkan oleh pemikir-pemikir yang cemerlang. Seperti pepatah “Bahasa menunjukkan bangsa”, semakin tinggi kemampuan berbahasa seseorang, menandakan bahwa semakin cerdas dalam menuangkan ide-idenya terutama ide-ide untuk meningkatkan peradaban suatu bangsa. Dari sinilah akan terwujud Indonesia tangguh dengan masyarakat yang mempunyai pemikiran cemerlang.

Menulis, sebagai keterampilan berbahasa yang berdasar  pada keterampilan membaca, memang dipilih dalam kegiatan ini karena ibarat sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Ibarat yang  mengandung makna bahwa dua keterampilan tersebut dipraktikkan sekaligus dalam satu kegiatan. Sebelum menulis kegiatan didahului dengan membaca karena  tanpa membaca, ide yang dituangkan dalam tulisan akan terasa kering. Namun, siswa diberi penjelasan tentang hasil karya tergolong plagiat dan bahayanya menjiplak karya orang lain agar siswa benar-benar menulis sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan membaca, pengetahuan yang dibutuhkan akan diperoleh, sehingga ide akan bermunculan.

Kegiatan ini bertujuan menggerakkan semua komponen sekolah untuk giat berliterasi. Guru dan siswa semua terlibat dalam menulis. Dari karya yang terkirim akan dikurasi dan ditentukan karya-karya yang layak untuk dipublikasikan. Karya-karya akan dibukukan sesuai dengan klasifikasi berdasarkan jenisnya.

Genre tulisan ada 4 jenis yaitu cerpen, puisi, humor, dan teka-teki. Teknik penulisan cerpen tanpa pembatasan. Boleh cerita fantasi, berdasarkan fakta, atau horor. Puisi minimal 4 bait, cerita humor berbentuk dialog, dan teka-teki minimal 20 kata. Semua karya bertema cerita tentang sekolah.

Dari hasil bincang-bincang dengan siswa dan beberapa guru pendamping, kegiatan ini sangat mengasyikkan. Guru saling bertanya tentang teknik kepenulisan, siswa pun bertanya pada pendampingnya tentang karyanya. Berbagai pertanyaan muncul, bagaimana pendeskripsian latar, bagaimana penyelesaian cerita, bagaimana pilihan kata dalam puisinya, dan masih banyak lagi pertanyaan sehingga guru tak sempat menulis pada saat melakukan pendampingan.

Teknik penulisan dilakukan di note pad, worksheed, atau word pada HP atau laptop masing-masing kemudian dikirim melalui link yang disediakan sesuai jenjang dan genre tulisan. Tulisan tidak boleh dalam bentuk gambar karena untuk memudahkan editor dalam melakukan penyuntingan untuk dibukukan sebagai karya guru dan siswa dan nantinya akan disimpan di perpustakaan.

Dari hasil karya yang dikirim, hampir semua siswa mengirimkan karyanya. Hanya siswa-siswa yang mempunyai tugas lain, maka tidak bisa mengirim tulisan sesuai batas waktu yang diberikan. Semoga dengan kegiatan ini, kemampuan berbahasa, berliterasi, dan kecintaan terhadap sekolah dan negeri i ini terus meningkat  sehingga  dengan berbahasa yang sehat akan terwujudlah  Indonesia tangguh. (Hariyani)

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.